Rabu, 22 Februari 2017

Ahok dan Isu Politik

Gue akhir-akhir ini sering baca dan nontonin berita, yaa yang jadi headline2 gitu deh.
Kalian, baik yang paham atau gak paham apa yang terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta, pasti sedikit banyak tau kasus Ahok.

Disini gue emang bukan ahli politik, bukan mahasiswa ilmu politik, pokoknya gue cuma orang awam banget deh. Orang awam yang suka banget baca berita pagi, siang, sore malem. Gue udah ga tertarik lagi ama yang namanya sinetron2 yang tayang. Mungkin itu terlalu fiktif dan mengada-ada. 

Jadi gue lebih tertarik ke info2 politik yang terjadi.

Gue mau list beberapa masalah yang berkaitan dengan Ahok, si Pertahana yang nyalon gubernur lagi.

1. Penistaan agama
    Ahok dituduh menistakan agama lewat video yang di upload sama si Buni Yani. Dimana video pidato Ahok di cut sekian menit. Kata2 "dibohongi pake surah Al-Maidah" di highlight. 

Faktanya pidato Ahok itu udah dari kapan tau, eh terus tiba2 pas udah mulai kampanye2 calon gubernur, itu video viral, terus ada orang dari LUAR kepulauan seribu malahan, yang laporin Ahok dengan tuduhan menistakan agama.

Orang kepulauan seribu yang hadir pada saat itu malah diem aja, ga ada yang komplen. Keliatan ga kalo hal ini sangat mengada2? Disaat si petahana lagi kampanye? Apakah biar orang2 jadi benci dan gak milih paslon no 2? 

Mungkin semua orang tau, perubahan apa aja yang terjadi pada jakarta setelah dipimpin Ahok? Ya keliatan nyata, keliatan kalo dia kerja, dan berani melawan arus. Sebagian rakyat jakarta cukup puas dengan hasil kerja Ahok. Kepuasan itu yang menggiring suara rakyat Jakarta akan lebih banyak berpihak, dibanding ke paslon lain. 

Buktinya lebih dari 43% suara rakyat Jakarta jatuh ke paslon no. 2.

2. Aksi demo

Gue lupa nama aksinya apa. Pokoknya yang bunderan HI dibanjiri orang segitu banyaknya. Gue berpendapat, kalo hal itu jelas ada penggeraknya, yang tidak lain tidak bukan adalah lawan fraksinya pak Ahok. Eh mumpung ada kasus penistaan agama, ah sekalian bikin aksi, biar kelihatannya banyak yang kontra sm Ahok, terus bisa mempengaruhi orang lain buat gak milih paslon no. 2. 

Gue juga berkeyakinan aksi tersebut dibiayai. Entah dibiayai per orangan atau ulama, gue juga ga tau.

3. Pasal yang menjerat Ahok

Ada dua pasal yang bisa menjerat Ahok. Gue sendiri lupa pasal berapa sama berapa. Kalo ga salah denger sih yang satu tuntutan maksimal 5 tahun yang satu lagi 4 tahun. 

Menurut peraturan, gubernur/ pejabat yang terjerat kasus yang dapat memecah belah bangsa dengan masa tahanan minimal 5 tahun, harus di non-aktifkan. 

Nah kemaren kan ahok cuti karena kampanye, jadi setau gue, pejabat yang mencalonkan diri LAGI itu boleh cuti, di masa kampanye, habis itu kalo udah selese masa kampanyenya boleh aktif lagi.

Mendagri akhirnya mrng-aktif-kan lagi si petahana jadi Gubernur.

Hal ini ditanggapi beberapa anggota DPR. Beberapa anggota DPR (yang gak se-kubu yang jelas) mengusulkan diadakannya angket. Karena menurut beberapa anggota DPR RI, yang di lakukan mendagri (mengaktif-kan Ahok) diduga menyalahi peraturan.

Nah anggota DPR RI yang gak satu koalisi sama partai2 pendukung paslon 2 ini mengajukan angket.

Berdasarkan wawancara yang gue denger, Prof. Mahfud MD bilang kalo gembar-gembor angket itu bakal gembos sebelum waktunya. Gue menafsirkan kalo angket ini cuma trik para anggota DPR yang gak se-kubu, buat sekali lagi menjatuhkan ahok. 

Padahal proses angket ini, bisa berlangsung panjang banget. Kemungkinan besar malahan, pas  proses angket ini masih berjalan, eh kasus Ahok udah selesai duluan. 

4. Banjir 

Jakarta banjir lagi. hmmmmm

Hal ini bisa juga buat senjata lawan koalisi paslon 2. Mereka menyebut Ahok belum bisa menyelesaikan banjir, atau mereka sebut banjir makin parah, dll.

Menurut gue nih ya. Kayaknya gak ada Gubernur manapun yang bisa mengatasi masalah banjir JKT ini dengan waktu yang singkat. Jadi perlu banyak sekali rencan buat memperbaiki banjir, atau menghilangkan banjir dari ibu kota.

Pelu drainase yang modern dan memadai, perlu waduk atau danau, sistem pengairan yang perlu diperbaiki, normalisasi sungai, dll.

Disamping itu, perlu diingat kalo JKT itu berada di daerah cekungan, dimana sebagian wilayah JKT berada dibawah permukaan air laut.

Jadi mmm..... ya gitu diserang terus....
Gue rasa saatnya orang memilih Gubernur yang berani melawan arus, dimana KKN sudah mengakar dan si Gubernur berani melawan, berani jujur, dan betul2 kerja memikirkan dan merealisasikan kota tsb menjadi kota yang nyaman gak kalah sama New York, Berlin, France, Sidney lah hahahhaa.....

Ya karena gue islam, dan kalo ADA calon pemimpin islam yang berani, jujur, visioner, kerja nyata, gak korupsi. gue sih pasti milih dia.

Gue ga bakal nyalahin Ahok, bukan salah Ahok kalo dia kepilih jadi Gubernur lg. 
Tapi mungkin hal ini dikarenakan, Organisasi2 islam kalah dalam menciptakan pemimpin yang jujur, kredibel, kerja, gak KKN.

Jumat, 10 Februari 2017

Alat ukur kepintaran?

Hari ini gue tetiba pengen nulis sesuatu.
Gue keinget obrolan tadi siang sama pacar gue...

Siang itu gue liat bapak2 jual kacamata di pinggir jalan gitu, mungkin ada sekitar 10 orang yang jualan kacamata pake grobaknya.

Terlintas pertanyaan di benak gue
"Apakah mas2 dan bapak2 ini tidak pintar?"
Soalnya gue punya feeling dan kayaknya 99% feeling gue bener bahwasannya kalo mereka semua tidak mengenyam pendidikan perkuliahan.

Tapi apakah mereka tidak pintar?
Gue tanya ke pacar gue
"Eh menurut lo, apasih yang mengukur kepintaran orang? Apa diukur dari IQ? Apakah IQ orang tidak sekolah itu pasti lebih rendah dari orang yang sekolah/kuliah?
Kemudian pacar gue jawab :
"mmm nggak... mungkin pinternya sesuai bidang masing2 kali"

Gue yakin kalo mereka yang berjualan ini pinter kok, kayaknya mereka mudah nangkep penjelasan orang, kayak misal permintaan kacamata yang model ini itu, minus sekian, ngitung duit jg mereka udah pasti paham betul lah. Yaiyalah namanya juga pedagang ya gak?

Misal ada dua orang yaitu si A yang lulusan kedokteran terus si B ini penjual kacamata yang gak kuliah sama sekali. Keduanya ikut short course tentang antropologi yang keduanya sama sekali gak ngerti. Apakah keduanya bisa mengikuti pelajaran di kelas itu? Tentusaja bisa. Tentusaja keduanya bisa mengikuti dan paham penjelasan si teacher itu. Terus pas di tes hasil tes si A dan si B yaaa 11/12 lah..

Artinya daya tangkap mereka mengenai suatu isu/pelajaran yg diajarkan sama dong?
Mungkin juga kalo di tes IQ yang gak kuliah dengan yang kuliah hasilnya bisa jadi yg gak kuliah lebih tinggi dari yang kuliah.
Jadi kemungkinan kuliah atau enggaknya seseorang itu tidak mempengaruhi daya tangkap.
Lalu kepintaran itu diukur dengan apa?

Gimana kalo wawasan? Wawasan menurut gue itu adalah ilmu baik akademik maupun non akademik baik dipelajari di kelas maupun diluar kelas yang seseorang miliki.
Kayak seseorang yang hobi baca buku, baca koran, ngobrol sana sini mengenai isu politik, pengetahuan mengenai seni atau dan lain lain pokoknya semuanya.

Kalo si A mahasiswa kedokteran tapi hanya belajar tentang kedokteran saja, which means dia gak mengikuti isu politik, hukum, ekonomi negara kita atau isu2 yang lagi panas kayak terorisme, isis dll, terus dibandingin dengan si B yang lulusan SMA tapi karena dia bergaul dengan orang yang punya pengetahuan luas kayak mungkin bisnis, entrepreneur, dia sering ngobrol dengan pejabat daerah, sering tukar pikiran dengan seorang arsitek, sering baca buku, sering liat berita, dll. Otomatically si B ini memiliki wawasan yang gak bisa diremehkan.

Terus di perkuliahan misalnya, ada siswa nih yang rajin, sebenernya dia ga gitu gampang nangkep penjelasan dosen, tapi karena dia rajin, duduk paling depan, ga pernah bolos dan selalu ngumpul tugas tepat waktu, alhasil nilai di bagus. Apakah ini disebut orang pintar?
Gimana kalo ada mahasiswa yang sebenernya pas dikelas kalo ditanya dosen selalu bisa jawab, suruh ngulangin atau jawab soal dikelas juga langsung bisa, tapi yang satu ini sering bolos dan nyepelein tugas, kayak ngumpul tugas telat dll. Apa bisa disebut mahasiswa ini tidak pintar?

Jadi menurut kalian apakah kepintaran bisa diukur? Kalau bisa, mak
a diukur dengan apa suatu kepintaran itu?

Jumat, 03 Februari 2017

Jadi guru?

Selamat pagi💋

Pagi ini gue bangun terus kepikiran sesuatu. Kepikiran omongan adek tingkat gue yang lumayan jauh dibawah gue. Gue angkatan'12 sementara dia '15. Gue udah lulus, dia masih kuliah semester 4.

Semalem dia nanya
"Kok km masih dijogja kak? ngapain? kerja? Jadi guru ya?"

hmmm... pertanyaan yang akhirnya mendorong gue jelasin apasih yg gue lakuin diJogja sekarang ini.

well, gue pengen kasih tau bahwa PROFESI GURU itu sangat mulia. Gini... gue jelasin. GURU adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Menurut kalian kenapa guru disebut pahlawan? Karena mereka yang mendidik hampir seluruh anak usia sekolah di Indonesia. Dimanapun ga cuma di Indonesia, bahkan negara sekuat Amerika, Inggris, Prancis, Jepang yang katanya orangnya smart2 banget juga butuh yg namanya GURU.

Moreover, perlu diketahui bahwa segala profesi yang ada dimuka bumi ini mendapatkan ilmu berawal dari GURU. Mau lo dokter, insinyur, presiden, arsitek, menteri, dapet ilmu ya dari guru. Dari kecil mereka SD,SMP,SMA ya dianjar sama guru.

Stop mendiskreditkan profesi guru atau profesi apapun itu.

Lagian, ga semua anak ekonomi terus kerjanya linear ky jadi teller di bank, atau bagian marketing perusahaan, etc. Banyak dari mereka yang kerja di restaurant fast food, atau bahkan gak kerja atau jadi ibu rumah tangga. Atau anak teknik yang akhirnya kerja di bank. Kan ini gak nyambung juga right? Basically, semua tergantung kemauan masing2, hak masing2, pilihan masing2.

Gue seorang sarjana pendidikan, tapi gue pengen mengaplikasikan ilmu yang gue dapat, bukan untuk menjadi seorang guru. Ilmu yang gue dapat bisa untuk mendukung ilmu lain yang bakal gue ambil di program magister.


Siapa sih aku?

Pertama pokoknya aku belum mau kasih tau disini siapa aku sebenarnya. 
mmmm.... karena belum pede. yaudah pokoknya gitu deh.
tapi kapan-kapan aku kasih tau Inshaa Allah.

Jadi... aku baru memulai nulis blog ini dengan segala ketidaktauan. Sebenernya dulu udah pernah nulis, dulu banget dan udah lupa.

Kenapa aku pengin nulis lagi? Karena hari ini aku gregetan pengen nulis dan aku rasa it would be fine, akan terasa menyenangkan "mungkin".


Dimulai dari siapa dan dari mana asalku ok?
Aku adalah seorang perempuan kelahiran tahun 94, sekarang baru lulus kuliah bulan lalu (alhamdulillah) kuliah di universitas islam di Jogja. Saat ini aku jd pengangguran atau boleh dibilang pengacara (you know what i mean). Aku seorang Jawa asli, Jawa Tengah bagian selatan yang ngomongnya ngapak gitu. 

Orang taunya aku nganggur dan tidak melakukan hal yang bermanfaat. Mostly mereka pasti mikir gitu, mereka yang kenal aku dari jauh, eh tp anak kost ku juga mungkin berpikiran gitu kaya bilang 

"ni kakak tingkat gue ngapain masih dijogja, ga ngapa-ngapain, ga guna banget idupnya". mungkin, mungkin aja mereka mikir gitu. 

Jadi, let me explain ,
Saat ini aku sedang berusaha utk masuk magister, dan hanya sedikit banget orang yg aku kasih tau. Alasan mengapa aku dijogja ya sedang ngurus persyaratan pascasarjana ini. But I decided not to tell anybody (kecuali yang aku gemes pengin kasih tau kalo GUE GAK NGANGGUR ATAU GAK MELAKUKAN HAL YG GAk BERMANFAAT DISINI).



Pengennya gausah kasih tau siapa-siapa deh. 
Kenapa? 
karena mostly dari mereka cuma bisa nyinyirin whether gue bakal berhasil or not.

Kalo berhasil mereka would say 
"iih kok dia masuk jurusan itu, mau jadi apa nanti lulusnya kalo kuliahnya gak linear"

dan kalo failed bakal bilang
"dia katanya mau daftar s2, eh kok ga masuk, bego kali dia makannya ga masuk"

gue heran seheran-herannya. Wajar gasih kalo orang berusaha utk mencapai sesuatu? wajar juga gak kalo ternyata hasilnya gagal? bukannya lebih baik mencoba dan berusaha daripada ga melakuin apapa? 

Intinya, most people bakal nyinyirin lo, either lo lakuin hal positive or negative.
yang penting buat gue saat ini ya DO MY BEST, AND ALLAH WILL DO THE REST.
sekian. :)💋💋💞